Pembinaan Rutin Asatidz, Guru, dan Karyawan Miftahunnajah: Menegur Tanpa Melukai, Mendidik Tanpa Menghakimi
Miftahunnajah — Pondok Pesantren Miftahunnajah kembali menggelar kegiatan pembinaan rutin bagi asatidz, guru, dan karyawan sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas pendidikan, pengasuhan, serta layanan kepada santri. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.
Pada kesempatan tersebut, pembinaan menghadirkan Dr. Heru Mukti Pamungkas, yang saat ini menjabat sebagai Residen Psikiatri FK-KMK UGM / RSUP Dr. Sardjito, sebagai pemateri utama. Adapun tema yang diangkat adalah “Menegur Tanpa Melukai, Mendidik Tanpa Menghakimi”, sebuah tema yang relevan dengan tantangan pendidikan dan pengasuhan santri di era saat ini.
Dalam pemaparannya, Dr. Heru menjelaskan pentingnya cara menegur yang tepat dalam proses pendidikan, khususnya dalam menghadapi dinamika remaja usia 12–18 tahun yang cenderung sensitif terhadap kritik dan sangat membutuhkan validasi. Beliau menekankan bahwa teguran yang keras dan bersifat menghakimi berpotensi menurunkan harga diri santri, menimbulkan rasa takut, bahkan memicu perilaku bermasalah yang berulang dan tersembunyi.
Sebaliknya, teguran yang tepat dan mendidik akan membantu santri menyadari kesalahan, menumbuhkan tanggung jawab serta kedewasaan, dan memperkuat hubungan antara ustadz dan santri. Prinsip menegur tanpa melukai dan mendidik tanpa menghakimi menjadi kunci dalam membentuk karakter santri secara berkelanjutan.
Pemateri juga mengingatkan agar pendidik menghindari pemberian cap negatif seperti nakal, bandel, malas, atau bodoh. Sebagai gantinya, guru diharapkan memberi ruang kepada santri untuk menjelaskan, mengakui bahwa setiap manusia bisa salah, serta membimbing santri agar mampu belajar dari kesalahan dan berubah menjadi lebih baik.
Dalam sesi tersebut turut disampaikan prinsip-prinsip komunikasi teguran yang efektif, antara lain: menggunakan bahasa perilaku (fokus pada tindakan, bukan pribadi), menyampaikan teguran dengan nada tegas namun tenang, mengajukan pertanyaan reflektif, serta menutup nasihat dengan harapan dan doa. Pemaparan ini diperkuat dengan contoh kasus nyata yang sering terjadi di lingkungan pesantren.
Kegiatan pembinaan ini memberikan wawasan dan penguatan bagi para asatidz, guru, dan karyawan agar semakin bijak, empatik, dan profesional dalam menjalankan peran pendidikan dan pengasuhan. Sebagaimana disampaikan dalam penutup materi, “Guru pondok yang baik bukan yang paling ditakuti, tetapi yang paling membekas dalam akhlak dan doa santri.”
Semoga melalui pembinaan rutin ini, seluruh civitas Miftahunnajah senantiasa diberi taufik untuk mendidik dengan hikmah, menasihati dengan kasih sayang, serta menanamkan adab dan kesadaran yang akan melekat sepanjang hayat santri.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Didampingi Prof. Siti Helmyati, MA Miftahunnajah Sleman Siapkan Pembentukan Pokja Kesehatan Madrasah
Sleman – MA Miftahunnajah Sleman terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema &ldquo
“Wujudkan Madrasah Sehat Berkelanjutan, MA Miftahunnajah Sleman Bentuk Pokja Kesehatan Bersama PKGM FK-KMK UGM”
Sleman – Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang
Menggugah Semangat Syariat: Rangkaian Padat PPM Miftahunnajah Sleman Sambut Dzulhijjah dan Idul Adha 1447 H
SLEMAN – Pondok Pesantren Modern (PPM) Miftahunnajah Jenjang Aliyah Sleman mengonfirmasi kesiapan totalnya dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H. Tidak tanggung-tanggung, p
Sambut Idul Adha 1447 H, Santri MA Miftahunnajah Sleman Selami Keteladanan Keluarga Ibrahim Melalui Kajian Pra 'Idul Adha
SLEMAN – Menjelang tibanya Hari Raya Idul Adha 1447 H, Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman menggelar kegiatan Kajian Pra Idul Adha; pengajian khusus bagi para santri pada ak
Syiar Idul Adha 1447 H: Langkah Visioner Madrasah Miftahunnajah Sleman ‘Sebar’ Para Ustadz Jadi Imam dan Khatib
SLEMAN – Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman kembali menunjukkan langkah konkret dalam mengaktualisasikan visi dakwah yang inklusif dan berdampak luas. Pada pelaksanaan shal
“OSIS Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Cerminan” — Pembinaan OSIS MA Miftahunnajah Bangun Karakter Pemimpin Muda
Sebanyak 42 anggota OSIS MA Miftahunnajah Sleman mengikuti kegiatan pembinaan rutin OSIS yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 20.00–21.30 WIB bertempat di Masjid Jami' M
Semarak Muhadhoroh dan Festival Literasi Bahasa MA Miftahunnajah, Wadah Tumbuhkan Percaya Diri dan Kreativitas Santri
Suasana penuh semangat, kreativitas, dan keberanian tampil mewarnai kegiatan Muhadhoroh dan Festival Literasi Bahasa yang diselenggarakan oleh Divisi Bahasa Osami dan Divisi Literasi Ba
Belajar Langsung dari Dunia Industri, Outing Tata Boga MA Miftahunnajah Penuh Inspirasi
SLEMAN - Suasana semangat dan antusias terlihat dalam kegiatan Outing Ekstrakurikuler Tata Boga MA Miftahunnajah Sleman yang dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026. Keg
Serunya Outing Multimedia MA Miftahunnajah di Gamplong
Sabtu, 16 Mei 2026, kegiatan ekstrakurikuler multimedia MA Miftahunnajah Sleman melaksanakan outing edukatif ke Studio Alam Gamplong. Kegiatan dimulai pukul 07
Mikrokonseling MA Miftahunnajah Sleman: Pendampingan Sosial Emosional untuk Mendukung Prestasi Siswa
Sleman - Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kesehatan sosial emosional siswa, MA Miftahunnajah Sleman melaksanakan kegiatan mikrokonseling berupa konseling individu dan kelompok b

