MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Pendampingan Santri melalui Pelatihan Sosial Emosional Asatiz
Sleman - Suasana penuh semangat dan antusias tampak dalam kegiatan pelatihan dan pembekalan asatidz di MA Miftahunnajah Sleman yang diikuti oleh guru Bimbingan Konseling (BK) dan tim kemusyrifan sebagai pendamping utama santri di lingkungan pesantren. Kegiatan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam memperkuat pendekatan sosial emosional bagi para santri, khususnya di tengah tantangan kehidupan remaja dan dinamika pendidikan pesantren yang semakin kompleks.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Syarifah Muslimah, S.Psi., Psikolog, pegiat Gerakan Sekolah Menyenangkan, sekaligus Psikolog Bontang Assessment Center dan anggota HIMPSI, APIO, APSI, IPPI beserta timnya. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang sehat secara emosional agar peserta didik mampu berkembang optimal.
doc. ustadz Ghozi Al Fattah aktif
“Lingkungan sekolah yang positif, aman, suportif, dan sehat secara sosial emosional akan melahirkan kesejahteraan manusia di dalamnya dan tumbuh menjadi versi terbaik dirinya.”
Program ini dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan penting. Pertama, tantangan perkembangan remaja usia SMA/MA yang membutuhkan pendampingan lebih dekat dan manusiawi. Kedua, padatnya aktivitas di lingkungan pesantren yang tidak hanya menuntut capaian akademik, tetapi juga menghadirkan tekanan sosial dan emosional bagi santri. Ketiga, pentingnya sinergi guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang mental dan karakter santri.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali strategi pendekatan sosial emosional yang berangkat dari kesadaran diri santri. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu santri mengenali emosi, mengelola tekanan, membangun relasi sehat, hingga meningkatkan motivasi belajar dan kemampuan menyelesaikan masalah.
foto: narasumber
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Guru BK, Ustadz Arifin Setiawan, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai cara mendampingi santri secara lebih empatik dan efektif. Hal serupa juga disampaikan oleh Koordinator Kemusyrifahan, Ummi Yusni, yang menilai materi pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan pendampingan santri di asrama.

foto: Ummi Yusniati antusias
Menariknya, program ini tidak berhenti pada peserta pelatihan saja. Materi dan pendekatan yang diperoleh nantinya akan diimbaskan kepada guru dan asatidz lainnya di pesantren. Dengan demikian, seluruh elemen pendidik diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam mengawal perkembangan sosial emosional santri secara menyeluruh.
Kepala madrasah, Muslikh Bahaddur, S.Pd., menegaskan komitmen madrasah untuk terus menjaga kesehatan mental siswa dan santri sebagai bagian penting dari proses pendidikan.
“Madrasah tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga memastikan kesehatan mental dan sosial emosional santri tetap terjaga. Dengan kondisi mental yang sehat, semangat belajar santri juga akan tumbuh dengan baik,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, MA Miftahunnajah Sleman berharap dapat membangun budaya pendidikan pesantren yang lebih hangat, suportif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warga madrasah, sehingga para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan mampu berkembang menjadi versi terbaik dirinya.
-admin
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Didampingi Prof. Siti Helmyati, MA Miftahunnajah Sleman Siapkan Pembentukan Pokja Kesehatan Madrasah
Sleman – MA Miftahunnajah Sleman terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema &ldquo
“Wujudkan Madrasah Sehat Berkelanjutan, MA Miftahunnajah Sleman Bentuk Pokja Kesehatan Bersama PKGM FK-KMK UGM”
Sleman – Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang
Syiar Idul Adha 1447 H: Langkah Visioner Madrasah Miftahunnajah Sleman ‘Sebar’ Para Ustadz Jadi Imam dan Khatib
SLEMAN – Madrasah Aliyah (MA) Miftahunnajah Sleman kembali menunjukkan langkah konkret dalam mengaktualisasikan visi dakwah yang inklusif dan berdampak luas. Pada pelaksanaan shal
“OSIS Bukan Sekadar Jabatan, Tapi Cerminan” — Pembinaan OSIS MA Miftahunnajah Bangun Karakter Pemimpin Muda
Sebanyak 42 anggota OSIS MA Miftahunnajah Sleman mengikuti kegiatan pembinaan rutin OSIS yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026 pukul 20.00–21.30 WIB bertempat di Masjid Jami' M
Semarak Muhadhoroh dan Festival Literasi Bahasa MA Miftahunnajah, Wadah Tumbuhkan Percaya Diri dan Kreativitas Santri
Suasana penuh semangat, kreativitas, dan keberanian tampil mewarnai kegiatan Muhadhoroh dan Festival Literasi Bahasa yang diselenggarakan oleh Divisi Bahasa Osami dan Divisi Literasi Ba
Serunya Outing Multimedia MA Miftahunnajah di Gamplong
Sabtu, 16 Mei 2026, kegiatan ekstrakurikuler multimedia MA Miftahunnajah Sleman melaksanakan outing edukatif ke Studio Alam Gamplong. Kegiatan dimulai pukul 07
Mikrokonseling MA Miftahunnajah Sleman: Pendampingan Sosial Emosional untuk Mendukung Prestasi Siswa
Sleman - Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kesehatan sosial emosional siswa, MA Miftahunnajah Sleman melaksanakan kegiatan mikrokonseling berupa konseling individu dan kelompok b
Sinergi Juara! MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua Jelang FLS3N 2026
Sleman- MA Miftahunnajah Sleman terus menunjukkan keseriusannya dalam membina prestasi siswa dengan menggelar rapat koordinasi bersama orang tua peserta lomba FLS3N. Kegiatan ini dilaks
Semangat Evaluasi Tahfidz, MA Miftahunnajah Sleman Perkuat Komitmen Cetak Generasi Qur’ani
SLEMAN – MA Miftahunnajah Sleman menggelar rapat koordinasi evaluasi program Tahfidzul Qur’an pada Senin, 27 April 2026 pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan penu
Kepala Madrasah Tekankan Peran Pendidik sebagai “Arsitek Peradaban Islam” dalam Evaluasi Tahfidz MA Miftahunnajah Sleman
SLEMAN – MA Miftahunnajah Sleman menggelar rapat koordinasi evaluasi program Tahfidzul Qur’an pada Senin, 27 April 2026 pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para musyr

